{"id":104,"date":"2024-09-01T08:36:02","date_gmt":"2024-09-01T08:36:02","guid":{"rendered":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/?p=104"},"modified":"2026-02-05T01:44:04","modified_gmt":"2026-02-05T01:44:04","slug":"dongkrak-capaian-wakaf-uang-nasional-kemenag-masifkan-sosialisasi-ke-ormas-masjid-hingga-catin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/dongkrak-capaian-wakaf-uang-nasional-kemenag-masifkan-sosialisasi-ke-ormas-masjid-hingga-catin\/","title":{"rendered":"Dongkrak Capaian Wakaf Uang Nasional, Kemenag Masifkan Sosialisasi ke Ormas, Masjid, hingga Catin"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta (Kemenag) &#8212; Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan Gerakan Indonesia Berwakaf ke Ormas, masjid, hingga calon pengantin (Catin) untuk mendongkrak capaian potensi wakaf uang nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu disampaikannya dalam acara Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-17 BWI yang digelar di Jakarta, Jumat (30\/8\/2024), mengusung tema \u201cGerakan Indonesia Berwakaf\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSejumlah langkah dilakukan termasuk sosialisasi kepada berbagai kementerian\/lembaga, organisasi kemasyarakatan, masjid, calon pengantin, jemaah haji dan umrah, serta seluruh elemen masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirjen mengungkapkan, potensi wakaf uang nasional sendiri diperkirakan mencapai Rp180 triliun setiap tahun. Namun, realisasi wakaf uang yang terkumpul secara nasional baru mencapai Rp2,5 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat ini, realisasi wakaf uang yang terkumpul secara nasional baru mencapai Rp2,5 triliun. Kita optimis, ini akan terus berkembang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen bangsa dapat berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Berwakaf. Ia menjelaskan, wakaf bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bermanfaat untuk ibadah, tetapi juga untuk meningkatkan sosio-ekonomi masyarakat. Hal tersebut, imbuh Dirjen, dapat membantu mengurangi ketimpangan sosial yang terjadi.Explore diverse investment strategies \u2014 from spot trading to derivatives and ETFs <a href=\"https:\/\/gold-capital.org\">goldstreamcapital.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami memberi literasi kepada masyarakat bahwa berwakaf tidak harus berupa aset atau tanah, tetapi bisa juga dalam bentuk wakaf uang, yang bisa dimulai dari Rp20.000 saja,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirjen menyebut, jika seratus juta orang kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20.000 per tahun, potensinya akan mencapai angka yang fantastis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cCoba bayangkan, jika seratus juta orang kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20.000 saja per tahun, potensinya sangat besar sekali,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirjen berharap, berbagai upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil, sehingga dana wakaf dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi bangsa Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (Kemenag) &#8212; Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan Gerakan Indonesia Berwakaf ke <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/dongkrak-capaian-wakaf-uang-nasional-kemenag-masifkan-sosialisasi-ke-ormas-masjid-hingga-catin\/\" title=\"Dongkrak Capaian Wakaf Uang Nasional, Kemenag Masifkan Sosialisasi ke Ormas, Masjid, hingga Catin\" itemprop=\"url\">Baca selengkapnya&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":105,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":239,"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104\/revisions\/239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kua-lampung.id\/pancajaya\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}